Salah satu kontribusi kajian kemagnetan dan magnetism bahan adalah devais elektronika berbasis spin atau yang dikenal dengan Spintronik. Kehadiran spintronik ini membuat revolusi besar dalam informatika. Era spintronik ditandai dengan era Hard Disk Drive (HDD) berbasis magnetoresistance dengan kapasitas 20 MB pada tahun 1992 dan teknologi memori berbasi magnetik (MRAM) yang menghadirkan read-write mencapai GBits per detik. Dewasa ini HDD berkapasitas lebih dai 1 TB dengan dukungan memori berbasis MRAM menjadikan para pengembang software di bidang IT leluasa tanpa kesulitan kecepatan data maupun keterbatasan medium recording.

Berkenaan hal tersebut, Indonesian Magentics Society (IMS) mengundang para ahli di bidang spintronik untuk memberikan kuliah umum pada webinar IMS#2 dengan tema “Spin, Kemagnetan dan Spintronik“. Dalam hal ini, IMS menggandeng Universitas Negeri Malang untuk menyelenggarakan webinar ini pada tanggal 27 Agustus 2020. Nara sumber pertama yang dihadirkan adalah Prof. Tasrief Surungan dari Fisika FMIPA Universitas Hasanudin Makasar. Keterkaitan spin dengan kemagnetan diuraikan secara umum pada webinar ini. Kemudian lebih spesifik diuraikan oleh pemateri kedua, Dr. Retno Asih dari Fisika FST Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya. Struktur spin pada Pyrochlore Iridates diuraikan mendalam. Selanjutnya, fenomena transport pada struktur nano magnetik lapis jamak disampaikan oleh pemateri ketiga, Dr. Adam Badra Cahaya dari Fisika FMIPA Universitas Indonesia. Fenomena devais berbasis spintronik disajikan secara etail mulai dari dasar hingga struktur terkini, yang melengkapi dan mengakhiri diskusi Webinar IMS#2.

Antusiasme peserta mengikuti kegiatan yang besar senantiasa menjadi energi bagi kami IMS untuk selalu mengembangan kemagnetan dan magnetism bahan serta bahansuperkonduktor. Sampai jumpa pada kesempatan topik kemagnetan lainnya di kemudian hari.

Wasalam.

Spin, Kemagnetan dan Spintronik